This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri puisi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri puisi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Kumpulan Puisi lama dan Baru


Palang Merah Remaja (PMR)
Di bawah rintk hujan
Di antara kilat saling bersambaran
Langkah kakimu menapak air keruh
Ketika banjir melanda
Namun semua tak kau hiraukan
Kau gadaikan nyawamu tuk bantu
Orang lain yang membutuhkanmu
Ras ikhlas terbayang
Di raut mukamu nan masih muda
Kau palang merah remaja
Kehadiranmu patut ku banggakan

Akibat Ulah Sendiri
Aku lihat
Kau dulu lebat
Aku pandang
Kau dulu menyenangkan
Aku rasakan
Kau dulu nyaman
Kini
Setelah revormasi datang
Nasibmu semakin merana
Mereka ternyata benar-benar kejam
Tak ada belas kasihan
Mereka hancurkan nasibmu
Mereka habisi nasibmu
Tak mereka sisakan sedikit pun
Baiklah
Kekejaman mereka kini kembali padanya
Biar
Betapa menyengatnya panasdi siang hari
Betapa mudahnya tanah longsor terjadi
Banjir melanda sebagian besar negri
Itulah akibat ulah sendiri

Huesca
Jiwa di dunia yang hilang jiwa
Jiwa sayang kenag padamu
Adakah derita disisiku
Bayangan yang membikin tinjauan beku
Angin bangkit ketika senja
Ingatkan musim gugur akan tiba
Aku cemas bisa kehilangan kau
Dibantu penghabisan ke Huesca
Pagar penghabisan dari kebanggaan kita

Jakarta
Jakarta
Di jalan-jalan raya
Di lorong-lorong gelap
Kaum jelata tergancet
Bagai udang di pepes
Dalam bus-bus kota
Dan gubuk-gubuk tanpa cendela

Ombak
Betapa aku rindu suaramu
Saa kepekatan bayangan
Wajahmu melerai
Kegelisahan
Di lautan bahtera
Ku cacat lukaku

Ladang petani
Tersisih jauh diluar kota
Mendatar ladang setentang mata
Dalamnya penuh tanam-tanaman
Senang riang pandangan mata
Damai aman hati dan sukma
Ditengah-tengah tanaman muda
Petani berdiri dengan senangnya
Memandang ladang penuh kekayaan
Tumbuh-tumbuhan banyak makamnya
Membayangkan datang zaman sentosa

Aku
Aku
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang pun merayu
Tidak juga kau
Aku ini bintang jalang
Dari kumpulan yang terbuang

Taman
Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
Aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan 'nusia

Do’a
Tuhanku,
Dalam termangu,
Aku masih menyebut namamu,
Biar susah sungguh,
mengingat Kau penuh seluruh,
cahaya Mu panas suci,
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi,
 Tuhanku, aku hilang bentuk,
remuk,
Tuhanku,
aku mengembara di negeri asing,
Tuhanku,
di pintu Mu aku mengetuk,
Aku tidak bisa berpaling.

Kasih
Pada suatu malam 
Ketika seorang ibu duduk di kursi goyang 
Sang anak duduk di lantai merebahkan kepalanya
Di pangkuan ibunya
Sang ibu mendendangkan lagu jawa 
Ia membelai lembut rambut anaknya 
Sang anak pun tertidur 
Bermimpilah indah tentang ibunya

Karena Kasih-Mu
Karena kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu
Aku anginkan rupamu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera
Berulang-ulang kuintai-intai
Terus-menerus kurasa-rasakan
Sampai sekarang tiada tercapai
Hasrat sukma idaman badan

Bangsaku
Setiap saat kami berbuat
Demi kami
Bangsaku
Tumpah darahku
Kami tidak lupa
Perjuangan pahlawanku
Masa lalu
Demi kamu
Oh Tuhan. Tunjukilah kami
Pewaris bangsa
Oh Tuhan, lindungilah zamrud khatulistiwa
Oh Tuhan Sumsum bangsa

Aku
Beginilah hidupku
Tanpa ayah tanpa ibu
Betapa malang nasibku
Demikianlah duniaku jadi kelabu
Bercucuran air mataku
Jika aku mengenang nasibku
Tapi ini takdir Tuhan Mahatahu
Kita tak boleh Menyesali

Dari seorang guru
Apakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku-buku  dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu.

Kalau di hari  Minggu engkau datang ke rumahku
aku takut anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga

Sepatu
Engkau antarkan aku ke sekolah
Engkau tak pernah mengaku lelah
Engkau lindungi kakiku
Engkau tangkis serbuan debu


Keindahan
sawah menghijau terbentang
pepohonan yang rindang menambah keindahan
burung-burung terbang dan berkicauan
terbang ke awan yang tinggi
membawa kesenangan dan kegembiraan
hamparan padang rumput nan hijau
memberikan kesejukan dalam jiwaku.

Selamat Tinggal
Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya?

Kudengar seru menderu
-- dalam hatiku? --
Apa hanya angin lalu?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah...!!

Segala menebal, segela mengental
Segala tak kukenal
Selamat tinggal...!!

Orang-orang Miskin
Orang-orang miskin di jalan,
yang tinggal di dalam selokan,
yang kalah di dalam pergulatan,
yang diledek oleh impian,
janganlah mereka ditinggalkan.

Tuhanku Apatah Kekal?
Tuhanku , Suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan tari
Semuanya lenyap, silam sekali.

Gelak bertukarkan duka
Suka bersalinkan ratap
Kasih beralih cinta
Cinta membawa wasangka ….

Junjunganku apatah kekal
Apatah tetap
Apakah tak bersalin rupa
Apatah baka sepanjang masa ….

Bunga layu disinari matahari
Makhluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda di tepi pantai.

Selangkan gagak beralih warna
Semerbak cempaka sekali hilang
Apatah lagi laguan kasih
hilang semata tiada ketara ….

Tuhanku apatah kekal?

Karangan bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang di tembak mati
siang tadi’
       
IBUMU LAUT
Ibumu laut
yang melepas kapal-kapal tanpa bertanya
mengapa
dan menitipkan doanya pada gemuruh
ombak
supaya angin menjadi penunjuk
agar karang-karang tak tertabrak
ibumu laut
seberapa jauh kau berlayar
akan kembali pada pantainya juga

Bukan beta bijak berperi
Bukan beta bijak berperi
Pandai mengubah madahan syair
Bukan bela budak negeri
Musti menurut undangan mair
Syarat sarat saya mungkiri
Untai rangkaian seloka lama
Beta buang beta singkiri
Sebab laguku menurut sukma
Susah sungguh saya sampaikan
Degub-deguban di dalam kalbu
Lemah laun lagu dengungan

PAHLAWAN TAK DIKENAL
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

Menyesal
Pagiku   hilang   sudah   melayang
Hari   mudaku   sudah    pergi
Sekarang   petang   datang   membayang
Batang   usiaku    sudah    tinggi

Aku   lalai    dihari    pagi
Beta    lengah    dimasa    muda

Kini    hidup    meracun    hati
Miskin      ilmu  ,  miskin  harta

Ah ,   apa    guna    aku    sesalkan
Menyesal    tua    tiada    berguna
Hanya    menambah    luka    sukma

Kepada    yang    muda    kuharapkan
Atur    barisan    dipagi    hari
Menuju    kearah    padang    bakti

Pusat
Serasa apa hidup yang rebaring mati
Memandang musim yang mengandung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia terhenti
Padaku, tanpa bicara.
Diri mengeras dalam kehidupan
Kehidupan mengeras dalam diri
Dataran pandang meluaskan padang senja
Hidupku dalam tiupan usia.
Tinggal seluruh hidup tersekat
Dalam tangan dan jari-jari ini
Kata-kata yang bersayap bias menari
Kata-kata yang pejuang tak mau mati.

Tuhan
Tuhan, tempat aku berteduh,
dimana aku mengeluh
dengan segala keluh.
Tuhan, Tuhan yang maha esa
tempat aku memuja
dengan segala doa.
Aku jauh, Engkau jauh.
Aku dekat, Engkau dekat.
Hati adalah cermin
tempat pahala dan dosa barpadu.

Hanya Satu
Timbul niat dalam kalbumu
Terban hujan, ungkai badai
Terendam karam
Runtuh ripuk  tamanmu rampak
 Manusia kecil lintang pukang
Lari terbang jatuh duduk
Air naik tetap terus
Tumbang bungkar pokok purba
 Teriak riuh redam terbelam
Dalam gegap gempita guruh
Kilau kilat membelah gelap
Lidah api menjulang tinggi
 Terapung naik jung bertudung
Tempat berteduh nuh kekasihmu
Bebas lepas lelang  lapang
Di tengah gelisah, swara sentosa

Dibawah Gelombang
Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang tidak berteman
Entah ke mana aku tak tahu

Jauh di atas bintang kemilau
Seperti sudah berabad abad
Dengan damai mereka meninjau
Kehidupan bumi yang kecil amat

Aku menyanyi dengan suara
Seperti bisikan di daun
Suaraku hilang dalam udara
Dalam laut yang beralun alunan

Tuhan
Tuhan pelankan lah malam tiba
agar kami berdua tidak kehilangan arah
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan, sisihkanlah mendung itu
jika gerimis sakit ibuku kambuh
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan berikanlah kekuatan
untuk menempuh hidup ini
kami tahu derita hari ini
adalah bahagia esok hari

Jadilah Kau Bunga
Jadilah kau Bunga
yang selalu ingin mengembang
selalu mekar sepanjang musim
tak perduli musim basah atau kemarau
Jadilah kau Bunga
yang tumbuh pada setiap hati
yang tegar walau dalam belukar
tumbuhlah,
berkembanglah,
di mana pun engkau ditaburkan

Cinta aku Untuk-Mu

Ketika kugoreskan kenangan ini
Selembar bianglala gerimis
Membentang antara 'kau dan aku

Ketika kunyanyikan puisi ini
Seberkas melodi petir merah
Menjitak hatiku yang biru

Dan kisah 'kau abadikan
Cinta kita 'kau lestarikan
Dalam kata dengan tinta
Atas kertas penuh nuansa
Sahabat,

Cinta-Ku
Untuk-Mu....



Berdo’a
ibuku yang telah memelihara dan membesarkan daku
dan telah menyekolahkan daku
dia satu satu nya untuku
yang merawat daku sewaktu kecil
aku akan mendoakan ibuku
karna dia yang mengayun ngayun daku
ketika daku masih kecil
dan dia yang membesarkan aku

Rindu Dendam
Aku Mengembara seorang diri
Antara bekas majapahit
Aku bermimpi, terkenang dulu
Dan teringat waktu sekarang
O Dewata, pabila gerang
Akan kembali kemegahan
Dan keindahan tanah airku

Anganku
Dikala perjalanan jauh
Sejenak aku berhenti
Banya persimpangan dihadapanku
Entah arah mana yang harus ku tempuh
Ku tengok ke sekelilingku
Sepi,
Hanya bulan yang syahdu merayu
Ku tertunduk malu
Tidak mampu menatap waktu

Hitam
Kau tahu apa ini?
Benda hitam dan berlubang-lubang
Yang ada di tanganku ini?
Inilah derita yang kualami setahun belakangan
Inilah harapan-harapan yang telah menghitamkan itu
Inilah hatiku yang dengan susah payah
Ku keluarkan dari badan
Agar aku tak lagi tersengat rindu
Agar aku lupa cintaku
Inilah hatiku....

Cinta Yang Terpendam
Kubiarkan hatiku membisu menekan perasaan cinta
Kubiarkan kisah ini terpendam karena kau raga
Aku tak sungguh-sungguh saat aku telusuri akan arti semua ini
Ku makin yakin arti cinta suci
Kasih .....
Ku tahu kau tak mencintaiku
Namun mengapa kau memberi harapan padaku
Jalanku masih panjang tuk mencapai masa depan
Kasih ....
Ku selalu menyayangimu walaupun tak dapat bersamamu
Kasih....
Kesetiaan iu suci
Aku tak peduli kau milik siapa!
Sebab mencintai itu bukan “dosa”. 

Ketika Ajal Menjelang
Ketika ajal datang menjelang
Malaikat Izroil pun mainkan peran
Nyawa tercabut tubuh pun meranggang
Allah Akbar janjiMu telah “datang”
Lidah pun kelu. Bibir pun membiru
Seluruh tubuh kaku dan membeku
Kenikmatan dunia pun berlalu
Mohon ampunan sudah tak berlaku
Tiada lagi tempat
Pertolongan, kecuali amal dan perbuatan
Semasa hidup membentang “zaman”
Ridho Ilahi yang didambakan.




Perjalanan Hidup Ku
Perjalanan ku terasa melelahkan
Ku duduk bertahan sendiri di sini
Hidup adalah sebuah perjalanan
Selalu banyak rintangan yang kuhadapi
Perjalanan ini bagaikan roda berputar
Suka dan duka terus ku jalani
Kuberjalan untuk hidup ku selalu bersabar
Ingin ku mengerti arti hidup ini
Ku terus tersenyum melawan kegagalan
Hidup di bumi sebuah perjuangan
Ku akan pelajari dari kegagalan
Hingga lupa kata putus asa

Impian
Aku melangkah dan terus melangkah ...
Menyusuri jalan yang penuh liku
Tanpa tujuan..........
Tanpa arah ......
Dan tanpa pendamping
Mencoba menemukan IMPIAN
Yang selama ini ku impikan
Impian yang jauh dari bayang-bayang
NYATA
“Terwujudkah?”
Lalu ku putuskan rasa putus asa itu.....
Dan bertekat untuk mendapatkan impian
Dan kini .....
Telah ku dapatkan impian itu .....
DI DEPAN MATA

Cinta yang Tenggelam
Entah sejak kapan
Rasa ini hadir dalam diriku
Kau memberi warna dalam jiwaku
Namamu teelah tertanam dalam lubuk hatiku
Perasaan cemas atas dasar cemburu
Perasaan benci atas dasar kesepian
Perasaan senang atas dasar kemenengan
Hanya ini bentuk ungkapan rasa
Yang dapat kau lihat dalam diriku
Tak berani aku ungkap kata cinta padamu
Karena kekecewaan masa silam
Telah menoreh luka dalam hatiku
Kini ku hanya dapat membiarkan
Memberikan akar cintamu tumbuh
Subur dalam jiwaku ......

Kumpulan Puisi


HIKMAH SENANTIASA ADA

apabila kau melihat segalanya darinya, Yang Maha Pencipta, Yang menimpakan ujian, Yang menjadikan sakit, Yang menbuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup.
Apakah Allah menakdirkan segalanya sia-sia?
Bukan Allah tak tau deritanya, hidupmu retaknya hatimu.
Itulah yang Dia inginkan, karena Dia tau...hati beginilah yang selalu lunak dan mudah untuk dekat, akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati teramat amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
bersyukurlah..
Bukan jalanmu tertutup. cuma,,, jalanmu dipayahkan oleh-Nya,
Mungkin dengan cara itu kamu lebih dekat dengan-Nya
atau....yakinlah ALLAH senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya
tabahkanlah wahai hati
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah, melebihi kebahagiaan ketika hati pun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar...
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yang diinginkan, akhirnya tau bahwa yang diinginkan terkadang tidak membuat hidup menjadi lebih bahagia, 
Hanya Allah Yang Maha Mengerti...........



Do’a Untuk Bapak dan Ibu

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka
dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka
dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,
ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan
dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.


JANJI PERSAHABATAN

Jika aku naik kereta
Dan aku memakai topi jerami
Suatu kita bertemu di jalan
Jika kau membawa payung dan aku naik kuda
Dan suatu hari kita bertemu di jalan
Aku akan membangkitkan diri untukmu
Aku ingin menjadi sahabatmu
Sepanjang masa tanpa ada perselisihan,
Ketika semua bukit menjadi rata
Dan sungai menjadi kering
Ketika dimusim dingin,
Kilat dan petir menyambar
Ketika dimusim hujan hujan turun hujan dan salju
Ketika bumi dan langit menyatu,
Tak akan ku terpisah dari mu.

KERINDUAN

Kupeluk ia dengan sepenuh-penuh rindu.
Namun terobatilah rindu setelah itu?
Kukecup bibirnya demi melepaskan tuntunan gejolak hati.
Namun...........
ia justru semakin menjadi-jadi Sepertinya kegelisahan jiwa tak bisa terobati
kecuali....................
jika dua nyawa ini bertemu
(dalam ikatan suci)



KEGEMBIRAAN SETELAH KESUSAHAN
Betapapun banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa
Dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan,
siapa yang berbaik sangka kepada pemilik Arsy' dia akan memetik
manisnya buah yang dipetik di tengah ~ tengah pohon berduri

CINTA
Cinta Itu satu kata namun penuh makna
Cinta membuat hati kita bahagia
Namun cinta terkadang membuat hati kita sedih
Terkadang juga menyakitkan
Tapie .......
Setiap orang pasti memiliki rasa cinta
Karena rasa cinta itu
Anugrah untuk kita
Dari Yang Maha Esa



KEPERGIANMU
Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang menangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

SAHABAT UNTUK SELAMAYA
Sahabat .......
Ku ingin kau menjadi milikku selamanya
Kuingin kau tetap disini menemaniku
Dalam keadaan sedih maupun gembira

Sahabat ........
Disini ku menantimu
Ku menunggu kehadiranmu
Dan ku menanti jawab
Per sahabat darimu

Sahabat .......
Ku memohon dirimu untuk ku selamany
Ku berdo’a agar persahabatan kita
Abadi selamanya
Ku rela berkorban untukmu
Karena aku dan hatiku
Hanya untukmu selamanya


TUHAN
Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala keluhanku
Tuhan, tuhan yang mana asa
Tempat aku menuju
Atas segala dosa
Sebab, engkaulah penguasa alam
Dan pengampun bagi orang-orang
Yang bersalah dan berdosa.

TANAH SUNDA
Ke mana pun berjalan, terpandang daerah ramah
Ke mana hati terbuka
Membuka menerima
Pabila pun ngembara. Ku jumpa
Suara rindu bersenandung duka
Pabila pun bertemu, menggetar hati
Sawah lepas terhempas luas
Dunia hijau muda
Riak sungai pagi-pagi
Angin keras menyibak rambut di dahi
Dan ku lihat tanah penuh darah
Tubuh beku berbaring kayu
Mengapalkan tangan  sia-sia
Berseru pun sia-sia
Ah dimana kau bukakan rangkuman
Ku kan menetap di mana
Kapan pun kau lambaikan tangan
Ku kan datang
Menekankan jantung ke tanah hitam


DERAI-DERAI CEMARA

Cemara Menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan ditingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi memang dulu ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tanu, ada yang tetap tidak diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

MIMPI PULANG

Di sini aku berdiri, berteman angin
Daun-daun cokelat berguguran
Meninggalkan ranting pohon oak yang meranggas
Dingin mulai mengigit telingaku
Kuperpanjang langkah kakiku

Menyusuri trotoar yang seperti tak berujung
Di antara beton-beton tua yang tidak ramah mengawasiku
Gelap mulai merayap menyusul langkah kakiku
Ah, Gott sei dank! di sana masih ada burung-burung putihitu
Aku bagaikan pohon oak
Ditemani angin musim gugur yang masih tersisa


KORBAN

Nenek itu terbaring di atas tandu matanya redup,
bencana gempa telah meruntuhkan mimpi hidup.

Lelaki itu kakinya di ikat dengan pembalut,
sakitnya dapat dirasakan tapi tak bisa disebut.

Wanita itu meratapi derita keluarganya,
rumah punah menelan jiwa sanak saudara.

Kusaksikan anak menagis karena makanan habis !

BUNDA

Bunda ... kau menyayangiku dengan penuh rasa kasih sayang
Kau Merawatku dengan penuh rasa kesabaran
Kau mendidikku agar aku kelak menjadi anak yang pintar

Ketika aku jauh darimu
Sungguh aku sangat merindukanmu
Meskipun sekarang ku jauh darimu
Tapi....... dirimu kan selalu ada didalam hatiku.


SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh,
agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..


BINTANG

Semilirnya angin malam
Meresap ke dalam heningnya jiwa
Menjamah pilunya kalbu....
Namun tak seorangpun di sisi
Tuk jadi kawan berbagi ........
            Kurebahkan tubuhku
            Diatas dinginnya padang ilalang
            Kuhembuskan nafasku dengan leluasa
            Kupandangi pekatnya langit malam
            Ku rasakan kedamaian sejati
Namun, ku lihat ada sesuatu
Hanya dia yang bersinar
Di tengah-tengah mega kehitaman
Dialah bintang, yang bisa membuat
Hati orang terkapar-kapar
            Bintang .....
            Ku ingin berjumpa denganmu
            Menjadi seperti dirimu
            Agar ku bisa membuat
            Semua orang bahagia dengan hadirmu
Teruslah bersinar bintang. .........
Selalu tunjukkan sinarmu
Kepadaku dan semua orang
Temani selalu malamku
Agar esok ......
            Ku bisa merebahkan
            Sayap-sayap patahku
            Dan menjelajahi
            Indahnya bumi pertiwi


ALAMKU
Alamku menyapa pagiku
Alamku temani hariku
Alamku hantarkan tidurku
Alamku selalu beri yang kumau
Alamku selalu dengar ucapku
Hari ini alamku bahagia
Senyumnya begitu menggema
Karena aku merawatnya
Namun, terkadang alamku merana
Karena ulah penghuninya
Alamku sering menggerutu
Tanpa pernah kita tau
Tanpa pernah kita perdulikan.....
Alamku sering merasa bosan
Hingga akhirnya .........
Dia mengeluarkan seluruh isinya


AMPUNAN
Dikala kegersangan menerpa hati
Kesunyian membelenggu jiwa
Amarah menguasai diri
Serta kehampaan menghampiri
Ku basuh wajahku
Dengan sucinya air wudhu
Ku raih sajadah usangku
Ku tenggelamkan diriku
Dalam sujud panjang
Di sepertiga malam ini
Aku bersimpuh di hadapan-Mu ya Rabb
Ku adukan hidupku
Hanya kepadaMu
Dengarlah jeritan hamba
Hamba berlumur dosa
Berilah ampunan-Mu ya Allah
Turunkanlah Rohmat-Mu
Pada hamba yang lemah ini
Duhai Dzat yang maha pengampun 


Hidup adalah Perjuangan

Pejuang sejati
Bukanlah orang yang berani mati
Melainkan orang yang berani
Menghadapi tantangan hidup
Aku ini kecil dan lemah
Aku tak menyerah
Aku rajin ke sekolah
Aku belajar tak kenal lelah
Aku ingin berkualitas dan berdaya
Aku ingin bermanfaat dan berguna
Aku ingin hidupku penuh makna
Dan sesungguhnya
Sebaik-baik manusia adalah
Yang bermanfaat dan berguna
Bagi sesamanya.

Senyum

Senyum manisnya selalu terbayang dimataku
Selalu menyejukkan hatiku
Yang selalu mendamaikan hatiku
Bila dapat melihat senyummu
Bila dapat membuat senyum dibibirmu
Ku ingin selalu melihat senyummu
Walau ku tak bisa memilikimu
Senyumlah selalu untukku
Karena senyummu telah terlukis dihatiku
Hiasilah hatimu
Dengan senyum dibibirmu
Ku lukis senyum dibibirmu
Ku ukir nama dalam jiwaku



Alam Pemberianmu

Matahari mengintip dari balik gunung
Kilau sinarnya menghangatkan seluruh alam
Kokok ayamnya ikut meramaikan geliatnya
Angin pagi mengiri petani yang bersinar
Menuju ke sawah.
Gemercik air terdengar bagai melodi lagu
Di hiasi batuan yang diam membisu
Begitu indahnya alam pemberian-Mu
Sungguh beruntung kita sebagai manusia


Dimana ku harus mencari

Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Namun dalam hati aku teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesunyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu .....


Sang Takdir


Lama sudah terasa tamparan kehidupan
Mendampingi jiwa yang rapuh
Selalu setia dalam cerita cinta
Tapi terkadang berubah sekehendaknya

Sampai nafas pun berteriak kelelahan
Walau ribuan helaan telah di hembuskan
Tapi tetap tak bisa berbuat apa-apa
Karena rantai masih membelenggunya

Walau terkadang lepas tapi tak lama
Akankah tangan takdir akan terus menampar wajah kehidupan tanpa henti
Hingga nafas menjadi bisu



Guruku

Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup di kemudian hari
Kau laksana sebuah lilin

Walaupun dirimu terbakar
Tapi . . . kau tetap bersinar terang
Kau tak pernah mengeluh
Dan tak pernah mengharap tanda jasa


 

Mentari

Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi


Teratai

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Serodja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman

Biar engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau oun turut menjaga taman

Informasi Terbaru

« »
« »
« »