Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Karena
kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu
Aku
anginkan rupamu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera
Berulang-ulang
kuintai-intai
Terus-menerus kurasa-rasakan
Sampai sekarang tiada tercapai
Hasrat sukma idaman badan
Bangsaku
Setiap
saat kami berbuat
Demi kami
Bangsaku
Tumpah
darahku
Kami
tidak lupa
Perjuangan
pahlawanku
Masa
lalu
Demi
kamu
Oh
Tuhan. Tunjukilah kami
Pewaris
bangsa
Oh
Tuhan, lindungilah zamrud khatulistiwa
Oh Tuhan
Sumsum bangsa
Aku
Beginilah hidupku
Tanpa ayah tanpa ibu
Betapa malang nasibku
Demikianlah duniaku jadi kelabu
Bercucuran air mataku
Jika aku mengenang nasibku
Tapi ini takdir Tuhan Mahatahu
Kita tak boleh Menyesali
Dari
seorang guru
Apakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu.
Kalau di hari Minggu engkau datang ke
rumahku
aku takut anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti
kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga
Sepatu
Engkau antarkan
aku ke sekolah
Engkau
tak pernah mengaku lelah
Engkau
lindungi kakiku
Engkau
tangkis serbuan debu
Keindahan
sawah
menghijau terbentang pepohonan yang rindang menambah keindahan burung-burung terbang dan berkicauan terbang ke awan yang tinggi membawa kesenangan dan kegembiraan hamparan padang rumput nan hijau memberikan kesejukan dalam jiwaku.
Selamat
Tinggal
Aku
berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Kudengar seru menderu
-- dalam hatiku? --
Apa hanya angin lalu?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah...!!
Segala menebal, segela mengental
Segala tak kukenal
Selamat tinggal...!!
Orang-orang
Miskin
Orang-orang miskin
di jalan,
yang
tinggal di dalam selokan,
yang
kalah di dalam pergulatan,
yang
diledek oleh impian,
janganlah
mereka ditinggalkan.
Tuhanku Apatah Kekal?
Tuhanku , Suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan tari
Semuanya lenyap, silam sekali.
Junjunganku apatah kekal
Apatah tetap
Apakah tak bersalin rupa
Apatah baka sepanjang masa ….
Bunga layu disinari matahari
Makhluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda di tepi pantai.
Selangkan gagak beralih warna
Semerbak cempaka sekali hilang
Apatah lagi laguan kasih
hilang semata tiada ketara ….
Tuhanku apatah kekal?
Karangan
bunga
Tiga
anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.
Ini dari
kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang di tembak mati
siang tadi’
IBUMU LAUT
Ibumu laut
yang melepas kapal-kapal tanpa bertanya
mengapa
dan menitipkan doanya pada gemuruh
ombak
supaya angin menjadi penunjuk
agar karang-karang tak tertabrak
ibumu laut
seberapa jauh kau berlayar
akan kembali pada pantainya juga
Bukan
beta bijak berperi
Bukan
beta bijak berperi
Pandai
mengubah madahan syair
Bukan
bela budak negeri
Musti
menurut undangan mair
Syarat
sarat saya mungkiri
Untai
rangkaian seloka lama
Beta
buang beta singkiri
Sebab
laguku menurut sukma
Susah
sungguh saya sampaikan
Degub-deguban
di dalam kalbu
Lemah
laun lagu dengungan
PAHLAWAN
TAK DIKENAL
Sepuluh tahun
yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Menyesal
Pagiku hilang sudah
melayang
Hari mudaku sudah
pergi
Sekarang petang datang
membayang
Batang usiaku sudah
tinggi
Aku lalai dihari
pagi
Beta lengah dimasa
muda
Kini hidup meracun
hati
Miskin ilmu ,
miskin harta
Ah , apa guna
aku sesalkan
Menyesal tua tiada
berguna
Hanya menambah
luka sukma
Kepada yang muda
kuharapkan
Atur barisan dipagi
hari
Menuju kearah
padang bakti
Pusat
Serasa apa hidup yang rebaring mati
Memandang musim yang mengandung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia terhenti
Padaku, tanpa bicara.
Diri mengeras dalam kehidupan
Kehidupan mengeras dalam diri
Dataran pandang meluaskan padang senja
Hidupku dalam tiupan usia.
Tinggal seluruh hidup tersekat
Dalam tangan dan jari-jari ini
Kata-kata yang bersayap bias menari
Kata-kata yang pejuang tak mau mati.
Tuhan
Tuhan, tempat aku berteduh,
dimana aku mengeluh
dengan segala keluh.
Tuhan, Tuhan yang maha esa
tempat aku memuja
dengan segala doa.
Aku jauh, Engkau jauh.
Aku dekat, Engkau dekat.
Hati adalah cermin
tempat pahala dan dosa barpadu.
Hanya
Satu
Timbul niat dalam
kalbumu
Terban hujan,
ungkai badai
Terendam karam
Runtuh ripuk
tamanmu rampak
Manusia
kecil lintang pukang
Lari terbang jatuh
duduk
Air naik tetap
terus
Tumbang bungkar
pokok purba
Teriak riuh
redam terbelam
Dalam gegap
gempita guruh
Kilau kilat
membelah gelap
Lidah api
menjulang tinggi
Terapung
naik jung bertudung
Tempat berteduh
nuh kekasihmu
Bebas lepas
lelang lapang
Di tengah gelisah,
swara sentosa
Dibawah
Gelombang
Alun membawa
bidukku perlahan
Dalam kesunyian
malam waktu
Tidak berpawang
tidak berteman
Entah ke mana aku
tak tahu
Jauh di atas
bintang kemilau
Seperti sudah
berabad abad
Dengan damai
mereka meninjau
Kehidupan bumi
yang kecil amat
Aku menyanyi
dengan suara
Seperti bisikan di
daun
Suaraku hilang
dalam udara
Dalam laut yang
beralun alunan
Tuhan
Tuhan pelankan lah malam tiba
agar kami berdua tidak kehilangan arah
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan, sisihkanlah mendung itu
jika gerimis sakit ibuku kambuh
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan berikanlah kekuatan
untuk menempuh hidup ini
kami tahu derita hari ini
adalah bahagia esok hari
Jadilah Kau Bunga
Jadilah kau
Bunga
yang selalu
ingin mengembang
selalu mekar
sepanjang musim
tak perduli
musim basah atau kemarau
Jadilah kau
Bunga
yang tumbuh
pada setiap hati
yang tegar
walau dalam belukar
tumbuhlah,
berkembanglah,
di mana pun
engkau ditaburkan
Cinta aku Untuk-Mu
Ketika kugoreskan kenangan ini
Selembar bianglala gerimis
Membentang antara 'kau dan aku
Ketika kunyanyikan puisi ini
Seberkas melodi petir merah
Menjitak hatiku yang biru
Dan kisah 'kau abadikan
Cinta kita 'kau lestarikan
Dalam kata dengan tinta
Atas kertas penuh nuansa
Sahabat,
Cinta-Ku
Untuk-Mu....
Berdo’a
ibuku
yang telah memelihara dan membesarkan daku dan telah menyekolahkan daku dia satu satu nya untuku yang merawat daku sewaktu kecil aku akan mendoakan ibuku karna dia yang mengayun ngayun daku ketika daku masih kecil dan dia yang membesarkan aku
Rindu
Dendam
Aku Mengembara
seorang diri
Antara
bekas majapahit
Aku
bermimpi, terkenang dulu
Dan
teringat waktu sekarang
O
Dewata, pabila gerang
Akan
kembali kemegahan
Dan
keindahan tanah airku
Anganku
Dikala
perjalanan jauh
Sejenak
aku berhenti
Banya
persimpangan dihadapanku
Entah
arah mana yang harus ku tempuh
Ku
tengok ke sekelilingku
Sepi,
Hanya
bulan yang syahdu merayu
Ku
tertunduk malu
Tidak
mampu menatap waktu
Hitam
Kau tahu
apa ini?
Benda
hitam dan berlubang-lubang
Yang ada
di tanganku ini?
Inilah
derita yang kualami setahun belakangan
Inilah
harapan-harapan yang telah menghitamkan itu
Inilah
hatiku yang dengan susah payah
Ku
keluarkan dari badan
Agar aku
tak lagi tersengat rindu
Agar aku
lupa cintaku
Inilah
hatiku....
Cinta
Yang Terpendam
Kubiarkan
hatiku membisu menekan perasaan cinta
Kubiarkan
kisah ini terpendam karena kau raga
Aku tak
sungguh-sungguh saat aku telusuri akan arti semua ini
Ku makin
yakin arti cinta suci
Kasih
.....
Ku tahu
kau tak mencintaiku
Namun
mengapa kau memberi harapan padaku
Jalanku
masih panjang tuk mencapai masa depan
Kasih
....
Ku
selalu menyayangimu walaupun tak dapat bersamamu
apabila kau melihat
segalanya darinya, Yang Maha Pencipta, Yang menimpakan ujian, Yang menjadikan
sakit, Yang menbuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup.
Apakah Allah
menakdirkan segalanya sia-sia?
Bukan Allah tak tau
deritanya, hidupmu retaknya hatimu.
Itulah yang Dia
inginkan, karena Dia tau...hati beginilah yang selalu lunak dan mudah untuk
dekat, akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati
teramat amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
bersyukurlah..
Bukan jalanmu
tertutup. cuma,,, jalanmu dipayahkan oleh-Nya,
Mungkin dengan cara
itu kamu lebih dekat dengan-Nya
atau....yakinlah
ALLAH senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya
tabahkanlah wahai
hati
Rasakanlah
kebahagiaan lain terasa begitu indah, melebihi kebahagiaan ketika hati pun
merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan
kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar...
Dalam hidup,
terkadang lebih banyak mendapat apa yang diinginkan, akhirnya tau bahwa yang
diinginkan terkadang tidak membuat hidup menjadi lebih bahagia,
Hanya Allah Yang Maha
Mengerti...........
Do’a Untuk Bapak dan Ibu
Ya
Allah,
Rendahkanlah
suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka
dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka. Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang
sebaik-baiknya Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku, Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku. Ya Allah, Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan, atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku, jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka, Meningginya kedudukan mereka dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan
perkenan-Mu, ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda. Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka
sebelumku, Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku, Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.
JANJI
PERSAHABATAN
Jika
aku naik kereta
Dan aku memakai topi jerami
Suatu kita bertemu di jalan
Jika kau membawa payung dan aku naik kuda
Dan suatu hari kita bertemu di jalan
Aku akan membangkitkan diri untukmu
Aku ingin menjadi sahabatmu
Sepanjang masa tanpa ada perselisihan,
Ketika semua bukit menjadi rata
Dan sungai menjadi kering
Ketika dimusim dingin,
Kilat dan petir menyambar
Ketika dimusim hujan hujan turun hujan dan salju
Ketika bumi dan langit menyatu,
Tak akan ku terpisah dari mu.
ia
justru semakin menjadi-jadi Sepertinya kegelisahan jiwa tak bisa terobati
kecuali....................
jika
dua nyawa ini bertemu
(dalam
ikatan suci)
KEGEMBIRAAN
SETELAH KESUSAHAN
Betapapun banyak jalan keluar yang
datang setelah rasa putus asa
Dan betapa banyak kegembiraan datang
setelah kesusahan,
siapa yang berbaik sangka kepada
pemilik Arsy' dia akan memetik
manisnya buah yang dipetik di tengah ~
tengah pohon berduri
CINTA
Cinta
Itu satu kata namun penuh makna
Cinta
membuat hati kita bahagia
Namun
cinta terkadang membuat hati kita sedih
Terkadang
juga menyakitkan
Tapie
.......
Setiap
orang pasti memiliki rasa cinta
Karena
rasa cinta itu
Anugrah
untuk kita
Dari
Yang Maha Esa
KEPERGIANMU
Air
matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai
rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak
akan kutinggalkan hatimu yang menangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas
SAHABAT
UNTUK SELAMAYA
Sahabat
.......
Ku
ingin kau menjadi milikku selamanya
Kuingin
kau tetap disini menemaniku
Dalam
keadaan sedih maupun gembira
Sahabat
........
Disini
ku menantimu
Ku
menunggu kehadiranmu
Dan
ku menanti jawab
Per
sahabat darimu
Sahabat
.......
Ku
memohon dirimu untuk ku selamany
Ku
berdo’a agar persahabatan kita
Abadi
selamanya
Ku
rela berkorban untukmu
Karena
aku dan hatiku
Hanya
untukmu selamanya
TUHAN
Tuhan,
tempat aku berteduh
Dimana
aku mengeluh
Dengan
segala keluhanku
Tuhan,
tuhan yang mana asa
Tempat
aku menuju
Atas
segala dosa
Sebab,
engkaulah penguasa alam
Dan
pengampun bagi orang-orang
Yang
bersalah dan berdosa.
TANAH
SUNDA
Ke
mana pun berjalan, terpandang daerah ramah
Ke
mana hati terbuka
Membuka menerima
Pabila pun ngembara. Ku jumpa
Suara rindu bersenandung duka
Pabila pun bertemu, menggetar hati
Sawah lepas terhempas luas
Dunia hijau muda
Riak sungai pagi-pagi
Angin keras menyibak rambut di dahi
Dan ku lihat tanah penuh darah
Tubuh beku berbaring kayu
Mengapalkan tangan
sia-sia
Berseru pun sia-sia
Ah dimana kau bukakan rangkuman
Ku kan menetap di mana
Kapan pun kau lambaikan tangan
Ku kan datang
Menekankan jantung ke tanah hitam
DERAI-DERAI CEMARA
Cemara Menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan ditingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam
Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi memang dulu ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini
Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tanu, ada yang tetap tidak diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah
MIMPI PULANG
Di sini aku berdiri, berteman
angin Daun-daun cokelat berguguran Meninggalkan ranting pohon oak yang meranggas Dingin mulai mengigit telingaku Kuperpanjang langkah kakiku
Menyusuri
trotoar yang seperti tak berujung Di antara beton-beton tua yang tidak ramah mengawasiku Gelap mulai merayap menyusul langkah kakiku Ah, Gott sei dank! di sana masih ada burung-burung
putihitu Aku bagaikan pohon oak Ditemani angin musim gugur yang masih tersisa
KORBAN
Nenek
itu terbaring di atas tandu matanya redup,
bencana
gempa telah meruntuhkan mimpi hidup.
Lelaki itu kakinya di ikat dengan pembalut,
sakitnya dapat dirasakan tapi tak bisa disebut.
Wanita
itu meratapi derita keluarganya,
rumah
punah menelan jiwa sanak saudara.
Kusaksikan anak menagis karena makanan habis !
BUNDA
Bunda ... kau menyayangiku dengan penuh rasa kasih sayang
Kau Merawatku dengan penuh rasa kesabaran
Kau mendidikku agar aku kelak menjadi anak yang pintar
Ketika aku jauh darimu
Sungguh aku sangat merindukanmu
Meskipun sekarang ku jauh darimu
Tapi....... dirimu kan selalu ada didalam hatiku.
SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di
dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal
yang sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil
untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal
kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat
dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan
setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali
tumbuh,
agar aku bisa menjadi wanita
seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama
lagi
Agar aku bisa memberikan
kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk
menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti
hidup kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini adalah surat
terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan
padaku..
BINTANG
Semilirnya angin malam
Meresap ke dalam heningnya jiwa
Menjamah pilunya kalbu....
Namun tak seorangpun di sisi
Tuk jadi kawan berbagi ........
Kurebahkan
tubuhku
Diatas
dinginnya padang ilalang
Kuhembuskan
nafasku dengan leluasa
Kupandangi
pekatnya langit malam
Ku
rasakan kedamaian sejati
Namun, ku lihat ada sesuatu
Hanya dia yang bersinar
Di tengah-tengah mega kehitaman
Dialah bintang, yang bisa membuat
Hati orang terkapar-kapar
Bintang
.....
Ku
ingin berjumpa denganmu
Menjadi
seperti dirimu
Agar
ku bisa membuat
Semua
orang bahagia dengan hadirmu
Teruslah bersinar bintang. .........
Selalu tunjukkan sinarmu
Kepadaku dan semua orang
Temani selalu malamku
Agar esok ......
Ku
bisa merebahkan
Sayap-sayap
patahku
Dan
menjelajahi
Indahnya
bumi pertiwi
ALAMKU
Alamku
menyapa pagiku
Alamku
temani hariku
Alamku
hantarkan tidurku
Alamku
selalu beri yang kumau
Alamku
selalu dengar ucapku
Hari ini alamku bahagia
Senyumnya begitu menggema
Karena aku merawatnya
Namun, terkadang alamku merana
Karena ulah penghuninya
Alamku
sering menggerutu
Tanpa
pernah kita tau
Tanpa
pernah kita perdulikan.....
Alamku
sering merasa bosan
Hingga
akhirnya .........
Dia
mengeluarkan seluruh isinya
AMPUNAN
Dikala
kegersangan menerpa hati
Kesunyian
membelenggu jiwa
Amarah
menguasai diri
Serta
kehampaan menghampiri
Ku
basuh wajahku
Dengan sucinya air wudhu
Ku raih sajadah usangku
Ku tenggelamkan diriku
Dalam sujud panjang
Di sepertiga malam ini
Aku
bersimpuh di hadapan-Mu ya Rabb
Ku
adukan hidupku
Hanya
kepadaMu
Dengarlah
jeritan hamba
Hamba berlumur dosa
Berilah ampunan-Mu ya Allah
Turunkanlah Rohmat-Mu
Pada hamba yang lemah ini
Duhai Dzat yang maha pengampun
Hidup adalah Perjuangan
Pejuang sejati
Bukanlah orang yang berani mati
Melainkan orang yang berani
Menghadapi tantangan hidup
Aku ini kecil
dan lemah
Aku tak menyerah
Aku rajin ke
sekolah
Aku belajar tak
kenal lelah
Aku ingin berkualitas dan berdaya
Aku ingin bermanfaat dan berguna
Aku ingin hidupku penuh makna
Dan sesungguhnya
Sebaik-baik
manusia adalah
Yang bermanfaat
dan berguna
Bagi sesamanya.
Senyum
Senyum manisnya selalu terbayang
dimataku
Selalu menyejukkan hatiku
Yang selalu mendamaikan hatiku
Bila dapat melihat senyummu
Bila dapat membuat senyum dibibirmu
Ku ingin selalu
melihat senyummu
Walau ku tak
bisa memilikimu
Senyumlah selalu
untukku
Karena senyummu
telah terlukis dihatiku
Hiasilah hatimu
Dengan senyum dibibirmu
Ku lukis senyum dibibirmu
Ku ukir nama dalam jiwaku
Alam Pemberianmu
Matahari mengintip dari balik gunung
Kilau sinarnya menghangatkan seluruh
alam
Kokok ayamnya ikut meramaikan geliatnya
Angin pagi mengiri petani yang bersinar
Menuju ke sawah.
Gemercik air
terdengar bagai melodi lagu
Di hiasi batuan
yang diam membisu
Begitu indahnya
alam pemberian-Mu
Sungguh
beruntung kita sebagai manusia
Dimana ku harus mencari
Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku
katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu
kawanku.....
Namun dalam hati
aku teriak
Teriak tiada
henti
Menangis dalam kepedihan
Kesunyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu .....
Sang Takdir
Lama
sudah terasa tamparan kehidupan
Mendampingi
jiwa yang rapuh
Selalu
setia dalam cerita cinta
Tapi
terkadang berubah sekehendaknya
Sampai nafas pun berteriak kelelahan
Walau ribuan helaan telah di hembuskan
Tapi tetap tak bisa berbuat apa-apa
Karena rantai masih membelenggunya
Walau
terkadang lepas tapi tak lama
Akankah
tangan takdir akan terus menampar wajah kehidupan tanpa henti
Hingga
nafas menjadi bisu
Guruku
Sebuah pelita yang kau berikan
padaku
Untuk menerangkan jalan yang
gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup di kemudian
hari
Kau laksana sebuah lilin
Walaupun
dirimu terbakar
Tapi
. . . kau tetap bersinar terang
Kau
tak pernah mengeluh
Dan
tak pernah mengharap tanda jasa
Mentari
Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi
Teratai
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya
tumbuh di hati dunia Daun bersemi Laksmi mengarang Biarpun ia diabaikan orang Serodja kembang gemilang mulia
Teruslah, O
Teratai Bahagia Berseri di kebun Indonesia Biar sedikit penjaga taman
Biar
engkau tidak dilihat Biarpun engkau tidak diminat Engkau oun turut menjaga taman