Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Cerpen yang merupakan bagian dari karya sastra yang berbentuk
prosa Fiksi, secara umum hal yang dibangun dalam cerpen dengan kehidupan nyata,
seperti watak tokoh, amanat serta sejumlah permasalahan yang dihadapi. Tokoh
cerpen merupakan kehidupan nyata, dengan mengapresiasi cerpen, kita akan
mendapat banyak pengalaman hidup, termasuk nilai positif didalamnya.
Dalam Cerpen yang saya bahas ini tujuannya supaya semua orang
itu banyak berbuat kebaikan, dan jadilah orang yang berhati mulia, dan
perbanyaklah membaca sholawat kalau ingin selamat dari bencana/musibah.
b.Identifkasi Masalah
Cerpen merupakan bagian dari karya sastra yang berbentuk
prosa fiksi, secara umum dibangun oleh 2 unsur yaitu : unsur intrinsik dan Unsur
ekstrinsik.
Unsur Intrinsik cerpen sangat luas ruang lingkupnya
Unsur Intrinsik meliputi
: tokoh, penokohan, latar, tema, amanat, alur, dan sudut pandang
Unsur ekstrinsik
meliputi : nilai sosial politik & biografi pengarang.
1.Tokoh
Yaitu Pemain yang
ada pada cerita atau pelaku dalam suatu cerita
2.Penokohan
Yaitu Watak-watak
dari setiap tokoh yang biasanya kita dapat mengamati dari karakter setiap tokoh
dengan memperhatikan gaya bahasa maupun gerak-geriknya.
3.Latar
Yaitu Lokasi
dimana para pelaku cerita terlibat dalam sebuah kejadian. Latar (setting)
sangat berguna karena sebagai penggerak cerita.
4.Tema
Yaitu Ide cerita
yang dimana tema menyangkut keseluruhan isi cerita dan dapat diperoleh dengan
membaca keseluruhan dari cerita.
5.Alur
Yaitu Bagian
rangkaian perjalanan cerita yang tak tampak, alur tersembunyi dibalik jalan
cerita, Jalan cerita dikuatkan dengan adanya alur.
6.Amanat
Yaitu Bagian Akhir
yang merupakan pesan dari cerita yang dibaca.
7.Sudut pandang
Cara paling
dipilih oleh pengarang dalam menentukan gaya dan Corak cerita.
8.Gaya Bahasa
Yaitu Corak
Pemakaian/Penggunaan bahasa.
c.Batasan Masalah
Unsur Intrinsik cerpen begitu luas ruang
lingkupnya. Karena terbatasnya waktu, maka saya membatasi makalah ini. Dalam
hal ini saya hanya akan menganalisis 3 unsur intrinsik cerpen. Yang meliputi tokoh,
setting dan amanat
·Tokoh : Pemain
yang ada dalam cerita/ pelaku sebuah cerita.
·Setting : Lokasi
dimana para pelaku cerita terlibat dalam sebuah kejadian. Latar sangat berguna
karena sebagai penggerak cerita.
·Amanat : Bagian
akhir yang merupakan pesan dari cerita yang dibaca / pesan yang disampaikan
pengarang
d.Rumus Masalah
Berdasarkan latar belakang
cerpen, rumusan masalah dari cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari adalah
sebagai berikut :
·Bagaimana penggambaran
watak tokoh dari masing-masing tokoh dalam cerpen Sholawat Badar karya Ahmad
Tohari ?
·Dimana latar/alur dari
cerita Sholawat Badar karya Ahmad Tohari ?
·Apa amanat yang terkandung dari
cerita Sholawat Badar karya Ahmad Tohari ?
e.Tujuan Masalah
Tujuan masalah dari cerpen Sholawat Badar
karya Ahmad Tohari adalah untuk mendiskripsikan tentang :
·Tokoh dan Penokohan pada
cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Cara pengarang menggambarkan watak
tokoh baik keadaan lahir maupun batinnya.
·Latar Menjelaskan dimana
latar/ setting dalam cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Salah satu bagian cerpen yang
dianggap penting sebagai penggerak cerita/ keterangan tentang tempat, waktu dan
sosial
·Amanat, menjelaskan bagaimana
amanat yang terkandung dalam cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Bagian Akhir yang merupakan pesan
dari cerita yang dibaca/ pesan yang disampaikan pengarang
f.Kajian Masalah
Kajian
masalah dari cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari adalah untuk
mendiskripsikan tentang :
A.Pengertian penokohan
menurut Albertime Minderop
Penokohan
: Karakteristik
yang berarti metode melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya
fiksi
B.Pengertian setting/ Menu
menurut Kenney
Setting : segala
keterangan mengenai waktu, ruang, hari dan suasana dalam peristiwa
C.Pengertian Amanat menurut
Kenney
Amanat : Suatu
pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
a.Penokohan / Tokoh Utama
cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Tokoh
Karakter
Bukti Pendukung
Pengemis
Penyabar
Dia Tampaknya rela diperlakukan sebagai
apa saja asal tidak didorong keluar dari bus yang melaju makin cepat
Pedagang Asongan
Emosional
Mereka menyodor-nyodorkan dagangan
sampai dekat sekali ke mata para penumpang, mereka mengeluh ketika tak
mendapati tak seorang pun mau berbelanja. Seorang di antara mereka mengutuk
dengan mengatakan para penumpang adalah manusia-manusia kikir
Sopir
Pemarah
Sopir sudah bosan menunggu tambahan
penumpang yang ternyata tak kunjung datang, sopir yang marah menjalankan
busnya dengan gila-gilaan.
Kondektur
Keras
Kondektur melompat masuk dan berteriak kepada
sopir. Kondektur enggan melayani bus yang tidak penuh, mereka bertengkar
melalui kata-kata yang tidak sedap di dengar. Kondektur diam, ia kehabisan
kata-kata, dipandangnya pengemis itu seperti ia hendak menelannya bulat-bulat
b.Latar/ Setting
cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Latar
Bukti Pendukung
Tempat
Waktu
Suasana
Di dalam Bus
Siang
Panas
Bus masuk terminal cirebon Ketika
matahari hampir sampai pucuk langit, terik matahari di tambah dengan panasnya
mesin diesel tua memanggang bus itu bersama isinya.
Sawah
Sore
Panik
Tiba-tiba aku tersadar bahwa diriku
terluka parah. Aku terjaga dan didepanku ada malapetaka, bus yang ku tumpangi
sudah terkapar di tengah sawah dan bentuknya sudah tak karuan.
c.Amanat dari cerpen
Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Hendaknya
kita harus banyak berbuat baik dan kita harus banyak-banyak membaca sholawat,
agar kita dapat terhindar dari bahaya malapetaka/bencana, janganlah menjadi
orang yang suka mengeluh dan jangan menjadi orang yang memikirkan diri
sendiri/egoisme.
BAB
III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari
pembahasan cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari di atas dapat disimpulkan
sebagai berikut :
-Tokoh Utama pada cerpen
Sholawat Badar karya Ahmad Tohari
Tokoh Aku dan Pengemis, mempunyai
sifat yang suka memberi, yang dibuktikan ketika Pengemis menghampirinya, tokoh
utama (Aku) itu langsung terketuk hatinya dengan segera mengambil beberapa
Rupiah yang ada disakunya.
-Latar yang terdapat dalam
cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari adalah Latar Waktu dan Tempat.
Latar Waktunya terjadi pada puluhan
tahun yang lalu dan latar tempatnya terletak di desa Cirebon di dalam sebuah
bus yang pada akhirnya tokoh aku dan Pengemis bertemu.
-Amanat yang terkandung dalam
cerpen Sholawat Badar karya Ahmad Tohari ada banyak, diantaranya :
Janganlah menjadi orang yang suka/gampang
mengeluh, janganlah menjadi orang yang suka memikirkan diri sendiri/egoisme dan
kita harus banyak-banyak berbuat baik dan membaca Sholawat agar kita dapat
terhindar dari bahaya malapetaka bencana.
B.Kritik dan Saran
Saya
berharap semoga Analisis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan
saya menyadari analisis ini masih ada kekurangan dan masih perlu ditingkatkan, oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
DAFTAR PUSTAKA
·Manroe, Putri.Indra.2004.kamus bahasa indonesia,
surabaya = Gresinda Press
Karena
kasihmu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali kita bertemu
Aku
anginkan rupamu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera
Berulang-ulang
kuintai-intai
Terus-menerus kurasa-rasakan
Sampai sekarang tiada tercapai
Hasrat sukma idaman badan
Bangsaku
Setiap
saat kami berbuat
Demi kami
Bangsaku
Tumpah
darahku
Kami
tidak lupa
Perjuangan
pahlawanku
Masa
lalu
Demi
kamu
Oh
Tuhan. Tunjukilah kami
Pewaris
bangsa
Oh
Tuhan, lindungilah zamrud khatulistiwa
Oh Tuhan
Sumsum bangsa
Aku
Beginilah hidupku
Tanpa ayah tanpa ibu
Betapa malang nasibku
Demikianlah duniaku jadi kelabu
Bercucuran air mataku
Jika aku mengenang nasibku
Tapi ini takdir Tuhan Mahatahu
Kita tak boleh Menyesali
Dari
seorang guru
Apakah yang kupunya, anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdian kepadamu.
Kalau di hari Minggu engkau datang ke
rumahku
aku takut anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti
kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga
Sepatu
Engkau antarkan
aku ke sekolah
Engkau
tak pernah mengaku lelah
Engkau
lindungi kakiku
Engkau
tangkis serbuan debu
Keindahan
sawah
menghijau terbentang pepohonan yang rindang menambah keindahan burung-burung terbang dan berkicauan terbang ke awan yang tinggi membawa kesenangan dan kegembiraan hamparan padang rumput nan hijau memberikan kesejukan dalam jiwaku.
Selamat
Tinggal
Aku
berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Kudengar seru menderu
-- dalam hatiku? --
Apa hanya angin lalu?
Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta
Ah...!!
Segala menebal, segela mengental
Segala tak kukenal
Selamat tinggal...!!
Orang-orang
Miskin
Orang-orang miskin
di jalan,
yang
tinggal di dalam selokan,
yang
kalah di dalam pergulatan,
yang
diledek oleh impian,
janganlah
mereka ditinggalkan.
Tuhanku Apatah Kekal?
Tuhanku , Suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan tari
Semuanya lenyap, silam sekali.
Junjunganku apatah kekal
Apatah tetap
Apakah tak bersalin rupa
Apatah baka sepanjang masa ….
Bunga layu disinari matahari
Makhluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda di tepi pantai.
Selangkan gagak beralih warna
Semerbak cempaka sekali hilang
Apatah lagi laguan kasih
hilang semata tiada ketara ….
Tuhanku apatah kekal?
Karangan
bunga
Tiga
anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.
Ini dari
kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang di tembak mati
siang tadi’
IBUMU LAUT
Ibumu laut
yang melepas kapal-kapal tanpa bertanya
mengapa
dan menitipkan doanya pada gemuruh
ombak
supaya angin menjadi penunjuk
agar karang-karang tak tertabrak
ibumu laut
seberapa jauh kau berlayar
akan kembali pada pantainya juga
Bukan
beta bijak berperi
Bukan
beta bijak berperi
Pandai
mengubah madahan syair
Bukan
bela budak negeri
Musti
menurut undangan mair
Syarat
sarat saya mungkiri
Untai
rangkaian seloka lama
Beta
buang beta singkiri
Sebab
laguku menurut sukma
Susah
sungguh saya sampaikan
Degub-deguban
di dalam kalbu
Lemah
laun lagu dengungan
PAHLAWAN
TAK DIKENAL
Sepuluh tahun
yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua lengannya memeluk senapang Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Menyesal
Pagiku hilang sudah
melayang
Hari mudaku sudah
pergi
Sekarang petang datang
membayang
Batang usiaku sudah
tinggi
Aku lalai dihari
pagi
Beta lengah dimasa
muda
Kini hidup meracun
hati
Miskin ilmu ,
miskin harta
Ah , apa guna
aku sesalkan
Menyesal tua tiada
berguna
Hanya menambah
luka sukma
Kepada yang muda
kuharapkan
Atur barisan dipagi
hari
Menuju kearah
padang bakti
Pusat
Serasa apa hidup yang rebaring mati
Memandang musim yang mengandung luka
Serasa apa kisah sebuah dunia terhenti
Padaku, tanpa bicara.
Diri mengeras dalam kehidupan
Kehidupan mengeras dalam diri
Dataran pandang meluaskan padang senja
Hidupku dalam tiupan usia.
Tinggal seluruh hidup tersekat
Dalam tangan dan jari-jari ini
Kata-kata yang bersayap bias menari
Kata-kata yang pejuang tak mau mati.
Tuhan
Tuhan, tempat aku berteduh,
dimana aku mengeluh
dengan segala keluh.
Tuhan, Tuhan yang maha esa
tempat aku memuja
dengan segala doa.
Aku jauh, Engkau jauh.
Aku dekat, Engkau dekat.
Hati adalah cermin
tempat pahala dan dosa barpadu.
Hanya
Satu
Timbul niat dalam
kalbumu
Terban hujan,
ungkai badai
Terendam karam
Runtuh ripuk
tamanmu rampak
Manusia
kecil lintang pukang
Lari terbang jatuh
duduk
Air naik tetap
terus
Tumbang bungkar
pokok purba
Teriak riuh
redam terbelam
Dalam gegap
gempita guruh
Kilau kilat
membelah gelap
Lidah api
menjulang tinggi
Terapung
naik jung bertudung
Tempat berteduh
nuh kekasihmu
Bebas lepas
lelang lapang
Di tengah gelisah,
swara sentosa
Dibawah
Gelombang
Alun membawa
bidukku perlahan
Dalam kesunyian
malam waktu
Tidak berpawang
tidak berteman
Entah ke mana aku
tak tahu
Jauh di atas
bintang kemilau
Seperti sudah
berabad abad
Dengan damai
mereka meninjau
Kehidupan bumi
yang kecil amat
Aku menyanyi
dengan suara
Seperti bisikan di
daun
Suaraku hilang
dalam udara
Dalam laut yang
beralun alunan
Tuhan
Tuhan pelankan lah malam tiba
agar kami berdua tidak kehilangan arah
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan, sisihkanlah mendung itu
jika gerimis sakit ibuku kambuh
jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan berikanlah kekuatan
untuk menempuh hidup ini
kami tahu derita hari ini
adalah bahagia esok hari
Jadilah Kau Bunga
Jadilah kau
Bunga
yang selalu
ingin mengembang
selalu mekar
sepanjang musim
tak perduli
musim basah atau kemarau
Jadilah kau
Bunga
yang tumbuh
pada setiap hati
yang tegar
walau dalam belukar
tumbuhlah,
berkembanglah,
di mana pun
engkau ditaburkan
Cinta aku Untuk-Mu
Ketika kugoreskan kenangan ini
Selembar bianglala gerimis
Membentang antara 'kau dan aku
Ketika kunyanyikan puisi ini
Seberkas melodi petir merah
Menjitak hatiku yang biru
Dan kisah 'kau abadikan
Cinta kita 'kau lestarikan
Dalam kata dengan tinta
Atas kertas penuh nuansa
Sahabat,
Cinta-Ku
Untuk-Mu....
Berdo’a
ibuku
yang telah memelihara dan membesarkan daku dan telah menyekolahkan daku dia satu satu nya untuku yang merawat daku sewaktu kecil aku akan mendoakan ibuku karna dia yang mengayun ngayun daku ketika daku masih kecil dan dia yang membesarkan aku
Rindu
Dendam
Aku Mengembara
seorang diri
Antara
bekas majapahit
Aku
bermimpi, terkenang dulu
Dan
teringat waktu sekarang
O
Dewata, pabila gerang
Akan
kembali kemegahan
Dan
keindahan tanah airku
Anganku
Dikala
perjalanan jauh
Sejenak
aku berhenti
Banya
persimpangan dihadapanku
Entah
arah mana yang harus ku tempuh
Ku
tengok ke sekelilingku
Sepi,
Hanya
bulan yang syahdu merayu
Ku
tertunduk malu
Tidak
mampu menatap waktu
Hitam
Kau tahu
apa ini?
Benda
hitam dan berlubang-lubang
Yang ada
di tanganku ini?
Inilah
derita yang kualami setahun belakangan
Inilah
harapan-harapan yang telah menghitamkan itu
Inilah
hatiku yang dengan susah payah
Ku
keluarkan dari badan
Agar aku
tak lagi tersengat rindu
Agar aku
lupa cintaku
Inilah
hatiku....
Cinta
Yang Terpendam
Kubiarkan
hatiku membisu menekan perasaan cinta
Kubiarkan
kisah ini terpendam karena kau raga
Aku tak
sungguh-sungguh saat aku telusuri akan arti semua ini
Ku makin
yakin arti cinta suci
Kasih
.....
Ku tahu
kau tak mencintaiku
Namun
mengapa kau memberi harapan padaku
Jalanku
masih panjang tuk mencapai masa depan
Kasih
....
Ku
selalu menyayangimu walaupun tak dapat bersamamu