Kamis, 07 Juni 2012

Kumpulan Puisi


HIKMAH SENANTIASA ADA

apabila kau melihat segalanya darinya, Yang Maha Pencipta, Yang menimpakan ujian, Yang menjadikan sakit, Yang menbuat keinginan terhalang serta menyusahkan hidup.
Apakah Allah menakdirkan segalanya sia-sia?
Bukan Allah tak tau deritanya, hidupmu retaknya hatimu.
Itulah yang Dia inginkan, karena Dia tau...hati beginilah yang selalu lunak dan mudah untuk dekat, akrab dengan-Nya.
Bukankah sering hati teramat amat keras dan sukar mengalirkan air mata???
bersyukurlah..
Bukan jalanmu tertutup. cuma,,, jalanmu dipayahkan oleh-Nya,
Mungkin dengan cara itu kamu lebih dekat dengan-Nya
atau....yakinlah ALLAH senantiasa menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya
tabahkanlah wahai hati
Rasakanlah kebahagiaan lain terasa begitu indah, melebihi kebahagiaan ketika hati pun merasa begitu!
Yaitu kebahagiaan kesempatan bersimpuh dan memohon lebih besar...
Dalam hidup, terkadang lebih banyak mendapat apa yang diinginkan, akhirnya tau bahwa yang diinginkan terkadang tidak membuat hidup menjadi lebih bahagia, 
Hanya Allah Yang Maha Mengerti...........



Do’a Untuk Bapak dan Ibu

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka
dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka
dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,
ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan
dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.


JANJI PERSAHABATAN

Jika aku naik kereta
Dan aku memakai topi jerami
Suatu kita bertemu di jalan
Jika kau membawa payung dan aku naik kuda
Dan suatu hari kita bertemu di jalan
Aku akan membangkitkan diri untukmu
Aku ingin menjadi sahabatmu
Sepanjang masa tanpa ada perselisihan,
Ketika semua bukit menjadi rata
Dan sungai menjadi kering
Ketika dimusim dingin,
Kilat dan petir menyambar
Ketika dimusim hujan hujan turun hujan dan salju
Ketika bumi dan langit menyatu,
Tak akan ku terpisah dari mu.

KERINDUAN

Kupeluk ia dengan sepenuh-penuh rindu.
Namun terobatilah rindu setelah itu?
Kukecup bibirnya demi melepaskan tuntunan gejolak hati.
Namun...........
ia justru semakin menjadi-jadi Sepertinya kegelisahan jiwa tak bisa terobati
kecuali....................
jika dua nyawa ini bertemu
(dalam ikatan suci)



KEGEMBIRAAN SETELAH KESUSAHAN
Betapapun banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa
Dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan,
siapa yang berbaik sangka kepada pemilik Arsy' dia akan memetik
manisnya buah yang dipetik di tengah ~ tengah pohon berduri

CINTA
Cinta Itu satu kata namun penuh makna
Cinta membuat hati kita bahagia
Namun cinta terkadang membuat hati kita sedih
Terkadang juga menyakitkan
Tapie .......
Setiap orang pasti memiliki rasa cinta
Karena rasa cinta itu
Anugrah untuk kita
Dari Yang Maha Esa



KEPERGIANMU
Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku
Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi
Tak akan kutinggalkan hatimu yang menangis pilu
telah terpatri janji pada kedalaman nurani
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hendak meragas

SAHABAT UNTUK SELAMAYA
Sahabat .......
Ku ingin kau menjadi milikku selamanya
Kuingin kau tetap disini menemaniku
Dalam keadaan sedih maupun gembira

Sahabat ........
Disini ku menantimu
Ku menunggu kehadiranmu
Dan ku menanti jawab
Per sahabat darimu

Sahabat .......
Ku memohon dirimu untuk ku selamany
Ku berdo’a agar persahabatan kita
Abadi selamanya
Ku rela berkorban untukmu
Karena aku dan hatiku
Hanya untukmu selamanya


TUHAN
Tuhan, tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala keluhanku
Tuhan, tuhan yang mana asa
Tempat aku menuju
Atas segala dosa
Sebab, engkaulah penguasa alam
Dan pengampun bagi orang-orang
Yang bersalah dan berdosa.

TANAH SUNDA
Ke mana pun berjalan, terpandang daerah ramah
Ke mana hati terbuka
Membuka menerima
Pabila pun ngembara. Ku jumpa
Suara rindu bersenandung duka
Pabila pun bertemu, menggetar hati
Sawah lepas terhempas luas
Dunia hijau muda
Riak sungai pagi-pagi
Angin keras menyibak rambut di dahi
Dan ku lihat tanah penuh darah
Tubuh beku berbaring kayu
Mengapalkan tangan  sia-sia
Berseru pun sia-sia
Ah dimana kau bukakan rangkuman
Ku kan menetap di mana
Kapan pun kau lambaikan tangan
Ku kan datang
Menekankan jantung ke tanah hitam


DERAI-DERAI CEMARA

Cemara Menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan ditingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi memang dulu ada suatu bahan
Yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tanu, ada yang tetap tidak diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

MIMPI PULANG

Di sini aku berdiri, berteman angin
Daun-daun cokelat berguguran
Meninggalkan ranting pohon oak yang meranggas
Dingin mulai mengigit telingaku
Kuperpanjang langkah kakiku

Menyusuri trotoar yang seperti tak berujung
Di antara beton-beton tua yang tidak ramah mengawasiku
Gelap mulai merayap menyusul langkah kakiku
Ah, Gott sei dank! di sana masih ada burung-burung putihitu
Aku bagaikan pohon oak
Ditemani angin musim gugur yang masih tersisa


KORBAN

Nenek itu terbaring di atas tandu matanya redup,
bencana gempa telah meruntuhkan mimpi hidup.

Lelaki itu kakinya di ikat dengan pembalut,
sakitnya dapat dirasakan tapi tak bisa disebut.

Wanita itu meratapi derita keluarganya,
rumah punah menelan jiwa sanak saudara.

Kusaksikan anak menagis karena makanan habis !

BUNDA

Bunda ... kau menyayangiku dengan penuh rasa kasih sayang
Kau Merawatku dengan penuh rasa kesabaran
Kau mendidikku agar aku kelak menjadi anak yang pintar

Ketika aku jauh darimu
Sungguh aku sangat merindukanmu
Meskipun sekarang ku jauh darimu
Tapi....... dirimu kan selalu ada didalam hatiku.


SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh,
agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..


BINTANG

Semilirnya angin malam
Meresap ke dalam heningnya jiwa
Menjamah pilunya kalbu....
Namun tak seorangpun di sisi
Tuk jadi kawan berbagi ........
            Kurebahkan tubuhku
            Diatas dinginnya padang ilalang
            Kuhembuskan nafasku dengan leluasa
            Kupandangi pekatnya langit malam
            Ku rasakan kedamaian sejati
Namun, ku lihat ada sesuatu
Hanya dia yang bersinar
Di tengah-tengah mega kehitaman
Dialah bintang, yang bisa membuat
Hati orang terkapar-kapar
            Bintang .....
            Ku ingin berjumpa denganmu
            Menjadi seperti dirimu
            Agar ku bisa membuat
            Semua orang bahagia dengan hadirmu
Teruslah bersinar bintang. .........
Selalu tunjukkan sinarmu
Kepadaku dan semua orang
Temani selalu malamku
Agar esok ......
            Ku bisa merebahkan
            Sayap-sayap patahku
            Dan menjelajahi
            Indahnya bumi pertiwi


ALAMKU
Alamku menyapa pagiku
Alamku temani hariku
Alamku hantarkan tidurku
Alamku selalu beri yang kumau
Alamku selalu dengar ucapku
Hari ini alamku bahagia
Senyumnya begitu menggema
Karena aku merawatnya
Namun, terkadang alamku merana
Karena ulah penghuninya
Alamku sering menggerutu
Tanpa pernah kita tau
Tanpa pernah kita perdulikan.....
Alamku sering merasa bosan
Hingga akhirnya .........
Dia mengeluarkan seluruh isinya


AMPUNAN
Dikala kegersangan menerpa hati
Kesunyian membelenggu jiwa
Amarah menguasai diri
Serta kehampaan menghampiri
Ku basuh wajahku
Dengan sucinya air wudhu
Ku raih sajadah usangku
Ku tenggelamkan diriku
Dalam sujud panjang
Di sepertiga malam ini
Aku bersimpuh di hadapan-Mu ya Rabb
Ku adukan hidupku
Hanya kepadaMu
Dengarlah jeritan hamba
Hamba berlumur dosa
Berilah ampunan-Mu ya Allah
Turunkanlah Rohmat-Mu
Pada hamba yang lemah ini
Duhai Dzat yang maha pengampun 


Hidup adalah Perjuangan

Pejuang sejati
Bukanlah orang yang berani mati
Melainkan orang yang berani
Menghadapi tantangan hidup
Aku ini kecil dan lemah
Aku tak menyerah
Aku rajin ke sekolah
Aku belajar tak kenal lelah
Aku ingin berkualitas dan berdaya
Aku ingin bermanfaat dan berguna
Aku ingin hidupku penuh makna
Dan sesungguhnya
Sebaik-baik manusia adalah
Yang bermanfaat dan berguna
Bagi sesamanya.

Senyum

Senyum manisnya selalu terbayang dimataku
Selalu menyejukkan hatiku
Yang selalu mendamaikan hatiku
Bila dapat melihat senyummu
Bila dapat membuat senyum dibibirmu
Ku ingin selalu melihat senyummu
Walau ku tak bisa memilikimu
Senyumlah selalu untukku
Karena senyummu telah terlukis dihatiku
Hiasilah hatimu
Dengan senyum dibibirmu
Ku lukis senyum dibibirmu
Ku ukir nama dalam jiwaku



Alam Pemberianmu

Matahari mengintip dari balik gunung
Kilau sinarnya menghangatkan seluruh alam
Kokok ayamnya ikut meramaikan geliatnya
Angin pagi mengiri petani yang bersinar
Menuju ke sawah.
Gemercik air terdengar bagai melodi lagu
Di hiasi batuan yang diam membisu
Begitu indahnya alam pemberian-Mu
Sungguh beruntung kita sebagai manusia


Dimana ku harus mencari

Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku.....
Namun dalam hati aku teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesunyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu .....


Sang Takdir


Lama sudah terasa tamparan kehidupan
Mendampingi jiwa yang rapuh
Selalu setia dalam cerita cinta
Tapi terkadang berubah sekehendaknya

Sampai nafas pun berteriak kelelahan
Walau ribuan helaan telah di hembuskan
Tapi tetap tak bisa berbuat apa-apa
Karena rantai masih membelenggunya

Walau terkadang lepas tapi tak lama
Akankah tangan takdir akan terus menampar wajah kehidupan tanpa henti
Hingga nafas menjadi bisu



Guruku

Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup di kemudian hari
Kau laksana sebuah lilin

Walaupun dirimu terbakar
Tapi . . . kau tetap bersinar terang
Kau tak pernah mengeluh
Dan tak pernah mengharap tanda jasa


 

Mentari

Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua orang berlari pagi
Untuk menyehatkan diri
Tanpa kau, hai mentari
Di seluruh bumi ini
Akan mati tiada lagi


Teratai

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Serodja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biar sedikit penjaga taman

Biar engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau oun turut menjaga taman

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi Terbaru

« »
« »
« »